misteri

ki

misteri

Tumbal Anak Demi Memburu Harta Gaib (Oleh: S. Anto)  

 

tumbal pesugihanSebenarnya saya bingung harus memulai kisah misteri ini dari mana, sebab terlalu banyak kisah misteri yang saya hadapi dan alami di dalam kehidupan ini. Seperti juga Allah SWT yang telah menjadikan alam semesta ini beserta isinya yang penuh dengan misteri. Dari awal penciptaan langit dan bumi, bintang gemintang dan bahkan penciptaan manusia itu sendiri penuh dengan misteri. Yang sampai sekarang belum dapat terpecahkan.

 

Kisah misteri yang saya alami ini terjadi di awal tahun 2003 lalu. Saya tinggal di sebuah kota kecil di daerah pinggiran kota Medan, tepatnya di Kota Kisaran. Lingkungan tempat tinggal saya merupakan lingkungan yang aman dan tentram. Tetapi rasa aman dan tentram itu tiba-tiba saja terusik oleh kelakuan orang-orang yang serakah dan tidak bertanggung jawab. Orang-orang serakah itu berusaha mengambil dengan paksa “pusaka-pusaka gaib” yang ada di lingkungan tempat tinggalku. Hinggal hal itu menyebabkan kemarahan para penunggu-penunggu gaib di daerah tersebut. Mereka sangat marah karena daerah kekuasaannya telah diusik.

 

Para jin-jin yang berkuasa di daerah tersebut menuntut tumbal jika pusakapusaka tersebut ingin diambil. Yang namanya manusia-manusia serakah dan berhati iblis, akhirnya mereka menyanggupi persyaratan yang diajukan oleh para jin-jin tersebut. Hati mereka telah tertutup oleh kilau dunia Nurani mereka telah dikuasai oleh iblis LAKNATTULLAH. Walaupun para jin-jin tersebut meminta tumbal “ayam setarangan” atau yang biasa diartikan mereka meminta tumbal manusia yang sedang mengandung atau wanita hamil sebanyak tiga orang.

 

Akhirnya hal yang sangat menakutkan itupun terjadi. Tanpa sebab yang jelas

salah seorang tetanggaku yang sedang mengandung tiba-tiba meninggal dunia

tanpa diketahui penyebabnya. Usia kandungan (sebut saja Ibu Imah) memang

sudah berumur hampir jalan sebelas bulan.

Sebelum kematian bu Imah, Pak Juan suami bu Imah baru saja membawa istri tercintanya

memeriksa kandungannya ke Dr. Spesialis Kandungan dan Dr mengatakan pada Pak

Juan bahwa istri dan anak yang dikandung ibu tersebut sehat-sehat saja tidak ada

kelainan sama sekali.

 

Tetapi Allah berkehendak lain, akhirnya bu Imah meninggal dunia di sebuah RS. Bersalin

di pangkuan sang suami tercinta yang merasa sangat sedih karena harus berpisah

dengan orang yang sangat dicintainya. Bu Imah meninggal dengan membawa serta

bayi yang dikandungnya.

 

Setelah kematian bu Imah, lingkungan tempat tinggalku terasa sunyi mencekam,

malam terasa lebih panjang, di luar sana hanya suara jangkrik yang terdengar saling

bersahut-sahutan. Suara burung malam terdengar berkicau di atas pohon kelapa

menambah suasana seram di kampungku.Para warga merasa takut untuk keluar

rumah bila malam tiba. Karena tersebar isu bahwa arwah bu Imah gentayangan.

Tetapi pada kenyataannya hal itu tidak benar. Isu itu sengaja ditebarkan oleh orangorang yang tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan suasana.

 

Sebulan setelah kematian bu Imah, kembali lagi musibah itu terjadi musibah itu kembali lagi menimpa salah seorang tetanggaku. Kali ini yang meninggal seorang warga non muslim yang sebut saja bernama bu Butet. Bu Butet meninggal dalam keadaan mengandung juga. Usia kandungan bu Butet berumur delapan bulan. Sebelum kematiannya, sore itu bu Butet sempat

menyaksikan kami bermain bola. Kemudian salah seorang teman yang menegurnya.

 

“Bu sore-sore gini orang hamil dilarang di luar rumah, apa lagi ini sudah mau Maghrib

bu.”

Kemudian bu Butet menjawab, “Ah… kami orang batak mana ada pantangan-pantangan

seperti itu nak.”

“Kalau tidak mau diingatkan ya sudah,”jawab salah seorang teman saya.

 

Kemudian kami asik bermain bola lagi. Tapi tidak berapa lama setelah itu kami dikejutkan oleh

bu Butet yang tiba-tiba saja kejang-kejang dan matanya melotot menatap ke atas. Kemudian dengan sigap salah seorang teman saya berlari memanggil orang pintar yang ada di kampungku.

 

Selepas sholat Maghrib, orang pintar yang sebut saja bernama pak Nazarrudin baru tiba

di rumah bu Butet. Kemudian beliau melihat keadaan bu Butet yang terus saja mencercau

bahwa ada orang tinggi besar yang ingin membawanya wajahnya nampak ketakutan.

Pak Nazarrudin kemudian meminta segelas air putih kepada suami bu Butet. Setelah dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an kemudian air itu diminumkan pada bu Butet

 

Tidak berapa lama kemudian keadaan bu Butet kembali tenang dan normal kembali.

Sebelum pulang pak Nazarrudin berpesan kepada suami bu Butet; “Pak tolong dijaga istri bapak baik-baik ya.”

“Iya pak Ustadz. Terima kasih atas bantuannya ya pak.” Kemudian pak

Nazarrudin pulang ke rumahnya dengan diantar teman saya.

 

Di dalam perjalanan, pak Nazarrudin berkata pada teman saya, “Anto menurut

bapak ibu itu sudah tidak ada harapan lagi.”

“Maksud bapak Ustad bagaimana,” jawab Anto.

“Kita lihat saja besok To.” Kata pa Ustad

 

Memang benar yang dikatakan oleh pak Nazar, keesokkan paginya tepat pukul

10 pagi, warga mendapat kabar bahwa bu Butet meninggal dunia. Beliau meninggal

dengan membawa serta bayi yang ada dalam kandungnya.

 

Setelah kematian bu Butet, berarti tinggal satu nyawa lagi yang harus menjadi tumbal.

Tetapi sebelum semua itu terjadi, akhirnya misteri kematian itu terjawab juga. Bak kata

pepatah “sepandai-pandainya menyimpan bangkai akhirnya tercium juga”.

 

Hal tersebut terungkap setelah suami almarhumah bu Imah, bapak Juan, yang

berprofesi sebagai tukang RBT (tukang ojek) membawa penumpang seorang kakek-kakek.

Kakek tersebut bertanya pada pak Juan,

“Anak tinggalnya di mana.”

“Saya tinggal di jalan Kartini kek.” Jawab

“Kakek minta pada nak Juan untuk menyampaikan pesan kakek pada orangorang di kampung nak Juan, agar mereka melakukan tolak bala.” Kata kakek itu.

“Memangnya ada apa kek?“ Tanya pak

Juan yang merasa heran dengan permintaan kakek yang diboncenginya.

“Begini na Juan, soalnya ada orang-orang yang berhati iblis yang berusaha mengambil

benda-benda pusaka yang ada di kampung tersebut. Dan syarat untuk mengambil

benda pusaka tersebut ialah dengan menumbalkan nyawa manusia. Jika mereka, warga kampung, tidak mau melakukan tolak bala, sebaiknya pak Juan pindah saja dari

kampung itu,” kata sang kakek setengah memerintah.

 

Akhirnya pak Juan menyampaikan hal tersebut kepada para warga. Berbagai tanggapan didapat pak Juan, karena warga ada yang percaya dan ada yang juga tidak percaya. Namun dengan sedikti penjelasan pak Juan yang dirasa masuk akal, khususnya atas peristiwa kematian 2 orang ibu hamil yang terjadi tanpa sebeb yang jelas dan terkesan mendadak.

 

Setelah diberi penjelasan itu, warga akhirnya mau juga melakukan tolak bala tersebut, apalagi selang beberapa hari setelah pak Juan meminta warga untuk melakukan tolah bala tersebut, kembali satu persatu korban berjatuhan di kampung mereka, kali ini tanpa mandang usia.

 

Bahkan kakek saya sendiri juga menjadi korbannya, walaupun saya tahu semuanya itu atas kuasa Allah. Dan ada yang ganjil dari para korban yang berjatuhan, ternyata setelah diperhatikan dan dihutung-hitung jarak kematian mereka masing-masing 40 hari sekali.

 

Malam itu, di malam minggu bulan Mei, para warga melakukan acara tolak bala, walaupun mereka tidak tahu apa yang diinginkan oleh para gaib. Para warga melakukan doa bersama, dengan membaca Tahlil, Tahtim dan Doa tolak bala.

Malam itu saya tidak dapat mengikuti acara tolak bala, karena merasa penasaran dan saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di kampungku. Saya pergi ke rumah seorang teman yang mengerti masalah gaib, yang sebut saja bernama bang Ahmad.

Dari hasil terawangan bang Ahmad akhirnya jelaslah semua masalah yang terjadi.

Bang Ahmad menceritakan yang menjadi penyebab masalah tersebut seperti yang

saya ceritakan di depan tadi. Dan para gaib tersebut mau menghentikan aksinya jika mereka diberi tumbal dua ekor kepala kambing. Tetapi bang Ahmad tidak mau menyerah begitu saja pada mereka. Setelah melakukan perundingan dan negosiasi yang sangat alot, akhirnya dihasilkan keputusan bahwa mereka mau menghentikan aksinya jika mereka diberi tumbal 4 butir telur angsa yang tidak jadi, kuntum bunga yang gugur sebelum berkembang 3 macam, minyak air mata duyung yang asli 1 botol dan jeruk purut 2 buah.

 

Bang Ahmad berpesan kepada saya agar seluruh bahan tersebut segera serahkan kepadanya sebelum bulan purnama. Dengan mengerahkan para warga, akhirnya kami bergotong royong mencari bahanbahan seserahan yang diminta para gaib yang menteror kampung kami. Syukur

Alhamdulilah sebelum purnama semua bahan-bahan tersebut sudah dapat saya serahkan pada bang Ahmad.

 

Kemudian pada malam harinya, tepat tengah malam dengan disaksikan gelapnya malam yang terasa dingin mencekam, Ritual penanaman tumbal itu dilakukan.

Penanaman tumbal itu sengaja dilakukan bang Ahmad dari jarak jauh. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurigaan para warga yang sedang terusik lingkungannya. Setelah selesai, saya lihat bang Ahmad sangat keletihan, hampir seluruh kemampuan yang ia miliki dikerahkan semuanya.

 

Puji syukur kepada Allah atas pertolongan dan ridhonya-lah akhirnya masalah ini dapat teratasi. Alhamdulillah kampung kami kembali aman seperti semula. Ini merupakan pelajaran bagi kita semua bahwa kebathilan dan kemungkaran tidak akan pernah menang melawan kebaikan.

 

Dimuat pada edisi #628

Comments are closed.