Pengalaman Berjualan Sate Gagak Demi Meraup Uang Gaib (Oleh: Agus Siswanto)

 photo misteribagus468x60_zps25601c70.png"

Abdul Malik (kiri), Samsudin (kanan)

Mendapatkan uang gaib melalui media sate gagak merupakan ciri khas ilmu pesugihan Dewi Lanjar. Dikisahkan, sosok gaib Dewi Lanjar memiliki kekayaan melimpah, berupa harta emas lantakan dan tumpukan uang yang tak terhitung nilainya. Uniknya, mata uang yang dimiliki Dewi Lanjar ini mengikuti mata uang yang berlaku di alam manusia. Konon, mata uang rupiah, dollar Amerika, dollar Singapura, Ringgit Malaysia, dll, terdapat dalam tumpukan uang yang dimiliki Dewi Lanjar.

Itulah sebabnya banyak orang yang berupaya mendapatkan uang gaib tersebut. Mata uang yang diinginkan tergantung peminatnya, asalkan syarat yang diminta Dewi Lanjar dapat dipenuhi, yaitu sate gagak.

Sepintas mudah saja menyediakan sate gagak. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian. Itulah yang dialami Samsudin (48 tahun).

“Pengalaman yang saya alami sangat menakutkan. Bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa. Sebaiknya jangan coba-coba mengikutinya,” kenang Samsudin yang menetap di Kampung Pekalipan, Cirebon.

“Bagaimana kisah itu terjadi?” Tanya Misteri.

“Awalnya kami ingin membuktikan uang gaib. Sebenarnya saya tidak terlalu percaya. Tetapi teman saya mengatakan ada seorang kyai di Banyumas, Jawa Tengah, yang memiliki kemampuan mendatangkan uang gaib,” kata Samsudin.

Selanjutnya dikisahkan, Samsudin bersama delapan orang temannya menemui Kyai Dullah di Banyumas. Mereka mengutarakan niatnya mendapatkan uang gaib.

Ketika itu Kyai Dullah hanya tersenyum mendengarnya.

“Apa kalian sudah mantap dengan niat itu? Apa tidak takut dengan resiko yang dihadapi?” Tanya Kyai Dullah.

Tentu saja semuanya menjawab mantap dan siap dengan resikonya.  Niat itu sudah bulat dan tidak mungkin diubah lagi.

“Baiklah. Siapkan seekor burung gagak. Nanti kita lihat apa yang terjadi,” ujar Kyai Dullah.

Beberapa hari kemudian, Kyai Dullah bersama sembilan orang itu berangkat menuju pasar burung di Plered, Cirebon.

Nasib mereka mujur. Burung gagak berwarna hitam kelam berhasil diperoleh dengan harga 250.000 rupiah seekor.

Bahas Rencana

Pada hari yang telah ditentukan, mereka berkumpul di rumah rekan Samsudin membahas rencana semula.

“Berapa uang yang kalian inginkan?” Tanya Kyai Dullah yang memimpin acara itu.

Samsudin dan teman-temannya bingung mendengar pertanyaan yang mengejutkan itu.

“Lho! Kalian bagaimana? Ingin mendapatkan uang gaib tapi tidak tahu jumlahnya,” kata Kyai Dullah kesal.

“Lima belas milyar,” ujar rekan Samsudin memecah keheningan.

“Rupiah, dollar, ringgit…” Kyai Dullah menyambung cepat.

“Rupiah,” serentak jawaban keluar dari sembilan orang yang sedang bermimpi menjadi kaya tanpa susah payah.

“Baiklah. Burung gagak itu kalian potong dan siapkan 15 tusuk sate. Lalu siapa yang akan berjualan sate gagaknya?” Tanya Kyai Dullah.

Samsudin dan temannya hanya terbengong mendengar pertanyaan itu.

“Apa maksud Kyai?”

“Salah seorang diantara kalian bertugas menjual 15 tusuk sate gagak. Apabila ada yang datang membeli, jangan berikan sate itu sebelum sang pembeli membayar 1 milyar untuk satu tusuk sate,” Kyai Dullah menjelaskan.

“Siapapun yang berjualan harus memastikan pembeli menyediakan uang sebanyak yang kalian inginkan. Kalian juga harus membawa selembar uang seratus ribu sebagai contoh. Katakan pada pembeli agar menyediakan uang seperti uang yang kalian bawa itu,” lanjut Kyai Dullah.

Kesembilan orang itu tersenyum mendengar penuturan Kyai Dullah. Tampaknya tidak terlalu sulit mendapatkan uang bermilyar-milyar rupiah. Tetapi mereka serentak diam, ketika Kyai Dullah bertanya siapa yang akan bertugas menjadi penjual sate gagak.

Terjadilah perdebatan. Mereka saling tunjuk siapa yang akan menjadi penjual. Setelah disepakati, Samsudin dipilih mengambil tugas itu.

Kyai Dullah lalu memanggil Samsudin untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan saat berjualan.

“Kamu harus berani dan jangan gentar. Ingat, dalam dunia gaib, justru penjual yang menjadi raja dan bukan pembeli,” nasihat Kyai Dullah.

Memang terdengar aneh. Bisnis manusia jelas mengatakan pembeli adalah raja. Sementara di alam gaib sebaliknya, penjual adalah raja.

Jualan Sate Gagak

Pada malam Jumat, sekitar pukul 21.00 malam, menggunakan mobil mereka menuju tempat yang dipilih berjualan sate. Lokasinya di muara sungai Kalijaga, persis di tepi laut.

Seorang diri Samsudin berjalan ke arah lokasi tersebut sambil membawa 15 tusuk sate gagak dan peralatan untuk membakar sate. Lokasi tersebut dipenuhi pepohonan lebat dan alang-alang. Sambil berjalan, Samsudin harus membabat alang-alang dengan sebilah parang. Sekitar 1 meter dari tepi laut, Samsudin membersihkan tempat yang akan digunakan berjualan. Setelah itu dia mulai membakar satu persatu sate yang dipersiapkan.

Sementara itu, posisi Kyai Dullah dan teman-temannya berada  di dekat mobil yang berjarak sekitar 500 meter dari Samsudin. Kyai Dullah melakukan ritual dekat mobil tersebut.

Tepat jam 22.00 malam, 15 tusuk sate yang dibakar sudah matang dan siap dijual. Aroma daging terbakar menyeruak ke segala arah.

Sebagaimana petunjuk Kyai Dullah, Samsudin berteriak-teriak seolah memanggil pembeli.

“Sate gagak….sate gagak. Siapa mau beli,” teriak Samsudin sambil mengacung-acungkan satenya.

Tampaknya belum ada yang datang membeli. Samsudin mulai didera rasa takut. Suasana malam terasa mencekam. Debur ombak dan desiran angin mendirikan bulu roma. Pada saat itu, Samsudin membaca doa-doa dalam hati.

Beberapa saat kemudian, Samsudin tersentak kaget mendengar suara petir yang keras. Kilatan petir bahkan berjarak beberapa meter dari tempatnya duduk.

“Astaghfirullah,” teriak Samsudin dalam batin. Kilatan petir terasa menyambar kepala, hingga secara refleks menunduk menghindarinya.

Belum hilang rasa kaget mendengar petir, tiba-tiba seekor burung hantu terbang berputar-putar. Samsudin yang tangan kanannya masih memegang sate gagak langsung saja mengacung-acungkan tangannya sambil berteriak. Sementara tangan kirinya memegang selembar uang seratus ribu rupiah.

“Sate gagak… sate gagak…siapa mau beli,” teriak Samsudin dengan suara parau.

Burung hantu itu hinggap pada sebatang pohon sekitar 10 meter darinya. Matanya menatap tajam. Samsudin balas menatapnya sambil terus berteriak-teriak menawarkan sate gagak.

Burung hantu itu lalu turun di tanah dan mulai berjalan mendekat. Tetapi tiba-tiba saja burung itu terlempar menjauh sambil mengeluarkan suara keras.

Samsudin terkejut melihat kejadian itu. Tapi dia tidak mengerti apa yang terjadi.

Sambil membakar sate gagak agar aroma daging tetap menyebar, Samsudin terus berteriak-teriak memanggil pembeli.

“Sate gagak….sate gagak…sate gagak. Siapa mau beli,” teriak Samsudin.

Entah darimana datangnya, Samsudin tersentak melihat sosok gaib berujud manusia setengah badan muncul dari semak-semak belukar.

Sosok gaib itu hanya terlihat dari dada ke atas. Bagian perut dan kakinya tidak ada. Sosok gaib itu berambut gondrong, berwajah seram dan mata merah menyala. Seperti melayang, sosok itu mendekati Samsudin.

Anehnya, sosok itu berhenti 10 meter di depan Samsudin. Makhluk dari bangsa jin itu menatap tajam dengan mulut seolah sedang berbicara.

“Sate gagak…sate gagak….sate gagak. Ayo beli sate gagak. Murah…satu milyar untuk satu tusuk sate gagak,” kata Samsudin berteriak sambil mengacungkan sate gagak di tangan kanan dan uang seratus ribu di tangan kiri. Samsudin berharap makhluk gaib itu datang mendekatinya dan membeli sate gagak.

Sebagaimana petunjuk Kyai Dullah, Samsudin harus menunjukkan sate gagak itu kepada pembeli. Apabila sang pembeli berminat, maka Samsudin harus pula menyodorkan uang seratus ribu rupiah untuk pembayarannya.

Tetapi Samsudin heran melihat sosok setengah badan itu tidak juga mendekat. Padahal ekspresi wajah gaib itu terlihat berminat membeli sate.

Samsudin tidak menyerah. Dia terus berteriak-teriak menawarkan dagangannya. Agaknya pancingan ini berhasil, sosok gaib itu bergerak mendekatinya.

Tiba-tiba sosok gaib itu mengeluarkan suara lengkingan keras disertai kobaran api. Sosok gaib itu terbakar dan kemudian lenyap.

“Astaghfirullah,” teriak Samsudin dalam batin.  Dia heran mengapa makhluk itu terbakar.

Buaya Putih

Tetapi Samsudin tetap bertahan. Keinginannya mendapatkan uang gaib sudah bulat. Apapun yang terjadi. Samsudin memang kesal dengan teman-temannya yang memilihnya berjualan sate. Sementara mereka asyik duduk di mobil menunggu perkembangan. Pada saat itu Samsudin tidak menyadari rekan-rekannya di dalam mobil lari kocar-kacir akibat mobil tersebut diguncang-guncang keras sejumlah sosok gaib hingga terperosok ke dalam parit. Bahkan Kyai Dullah pun lari ketakutan.

Sekitar pukul 02.00 pagi, Samsudin melihat pemandangan aneh. Dua buah perahu melaju pelan dari arah muara sungai Kalijaga. Semakin lama perahu itu mendekati posisi duduknya yang hanya berjarak 1 meter dari tepi laut.

Samsudin mengamati kedua perahu itu. Aneh, tidak ada seorang pun di dalam perahu. Tetapi Samsudin dengan sangat jelas melihat beberapa tumpukan karung di dalam perahu.

“Apa isi karung-karung itu? Pikir Samsudin. Setelah Samsudin menghitung, ternyata jumlah karung itu ada 15.

“Apakah karung-karung itu berisi uang 15 milyar? Tetapi mengapa perahu itu terus berjalan dan tidak berhenti?” Tanya Samsudin dalam hati.

Kedua perahu itu berjalan di muara sungai dan menuju laut lepas. Deburan ombak seketika melenyapkan perahu itu.

Samsudin mulai pesimis sate gagak yang dijualnya akan laku. Tetapi dia belum mau beranjak pulang sebelum kedatangan sosok gaib Dewi Lanjar. Dia masih menunggu putri dari bangsa jin yang sangat kaya itu.

Menjelang pukul 03.00 pagi, Samsudin dikejutkan kedatangan seekor buaya putih berukuran raksasa. Lebar badan buaya itu sekitar 2 meter, dengan panjang hampir 15 meter.

Buaya berbadan besar itu muncul dari dalam sungai dan berjalan terseok-seok mendekatinya.

“Sate gagak…sate gagak. Ayo beli sate gagak,” teriak Samsudin sambil menatap ke arah buaya yang berjarak sekitar 10 meter. Kali ini, tubuh Samsudin gemetar. Dia khawatir buaya itu akan memangsa dirinya dan bukan sate gagak yang dipegangnya.

Lagi-lagi kejadian yang sama terulang. Buaya yang mendekatinya itu terlempar jauh ke belakang. Tubuhnya melayang dan terhempas di permukaan sungai. Suaranya keras menggelegar.

“Astaghfirullah,”teriak Samsudin.

Beberapa saat kemudian, muncul lagi buaya besar dan berjalan mendekatinya. Tetapi buaya itu kembali terhempas di permukaan sungai.

Setelah peristiwa itu, tidak ada lagi kejadian aneh yang dialami hingga fajar menyingsing.

Samsudin berkemas meninggalkan lokasi berjualan dan berjalan menuju temannya menunggu di mobil.

Dia heran melihat teman-temannya sibuk mendorong mobil yang terperosok di parit.

“Apa yang terjadi?” Tanya Samsudin.

Seorang temannya mengatakan, mobil itu diguncang-guncang sosok tak kasat mata hingga terperosok di parit. Beruntung tidak terlalu membahayakan. Mobil pun dikeluarkan dari parit hingga mereka dapat pulang.

Dalam perjalanan pulang, Kyai Dullah bertanya kepada Samsudin seputar pengalaman yang dialami.

Setelah mendengar cerita Samsudin, Kyai Dullah tersenyum.

“Tentu saja sate gagak itu tidak laku. Sepanjang berjualan kamu terus melantunkan zikir di dalam hati. Dewi Lanjar takut dan tidak berani mendekat,” kata Kyai Dullah yang mengaku baru pertama kali ini gagal mendatangkan uang gaib.

Menutup kisahnya kepada Misteri, Samsudin berkata,

“Ini pelajaran buat saya bahwa mendatangkan uang gaib itu perbuatan batil. Buktinya makhluk gaib itu takut dengan bacaan zikrullah.”

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

28 Responses

  1. Nice post.. pengalaman yang mendebarkan.?? apa banyak manusia yang menempuh kekayaan dengan jalan seperti itu.??

  2. Dzikirnya ampuh ya…,

    • tidak ada nama lain yang harus di takuti & di segani…kecuali nama allah yang maha kuasa..dari raja semua makhluk & alam

  3. Kalo minta uang lewat media sate gagak …. saya rasa sulit. cobalah minta nomer togel dengan media sate gagak. cuma anda harus benar-benar berani dan dalam keadaan kepepet hutang. Dan hanya melakukan itu satu kali tidak perlu mengulangi lagi. gagal atau berhasil. sudah berhenti. karena dapat membahayakan hidup anda dan keluarga. Jangan coba-coba kalo untuk percobaan. Berbahahahayaaaaa ……

  4. pak agus saya menyukai tulisan2 bpk di majalah misteri..pak bs mnta no telpnya…ini email sya liv_cya@yahoo.com. mksi.

    • pembohongan lagi, udalah jangan membuat kebohongan lagi, gua dari kecil udah mainan ghiob, semua hanya tipuan. hentikan kebohongan.trim

    • Mohon maaf dan difahami.
      Bpk Samsudin bercerita tentang pengalamannya. Dan Anda dapat membacanya bahwa semua itu gagal.
      Sebenarnya saya pun memiliki banyak kisah seputar pesugihan dari narasumber berbeda.
      Kesimpulan yang saya dapatkan adalah pesugihan cenderung gagal..Tingkat kegagalannya mencapai 100 %.
      Oleh karena itu, janganlah berpikir atau apalagi berencana mendapatkan kekayaan melalui pesugihan.
      demikian.terima kasih.

      • Ya ok juga ceritanya. Pak Agus saya minta email dan no hp nya. Data lama hilang karena hp lama hilang

    • hai …nn toek apa tuh…?

  5. wah nyari rejeki yang khalal dan aman mawon mas.nggak perlu neko-neko.biar slamet ndonya akhirat.gitu aja kok repot.

  6. Pengalaman yang bagus banget pak samsudin,ternyata emang sangat mustajab dengan dzikir yang bapak lakukan ,tolong donk saya dikasih alamt lengkap dan nomer telpon pak samsudin.

  7. bagus ceritanya, misteri emang yahud, sebagai donasi gw dah klik iklannya, ok tengkiu

  8. saya mo coba dong jualan sate gagak boleh tau caranya gmana?

  9. saya sangat tertarik skali dengan cerita yg ditulis oleh bung Siswanto, dan saya salut jg dgn pengalaman dari bpk.samsudin cs.terimah kasih jg sy ucpkan kpd bung siswanto atas nasehat dan sarannya.
    kesimpulan sy semua bknnya hal mustahil atau sulit untuk dilakukan karena memang itu semua berawal dari niat/hajat,mental dan nyali seseorang.
    sy 1000% percy hal2 begituan memang ada, cm apakah sipelaku tersbt memang bner2 siap dan berani untuk mengmbl resiko atas tindakan trsbt?, atau hanya ingin sekedar coba2 saja?.berani berbuat berarti harus berani bertanggng jawab, maju dan pantang mundur kalo mandi ya harus basah.
    jadi menurt kesmpln sy, human error!!
    kesalahan bukan pada mahluk halusnya melainkan si manusia pelaku pesugihan tersebut.

  10. Alkhamdulillah gagal… berarti Bapak dan rombongan masih dalam lindungan Allah SWT… seandainya berhasil pun,, qw secara pribadi malah justru kasihan kepada Bapak dan rombongan.. sebab itu akan terus membawa kesesatan….Astaghfirulloh..

  11. mantra nya apa Kyai Dullah di Banyumas. tentang jualan sate gagak munkin saya dapat mencobanya.dan saya siap menanggung resikonya…..?
    di tunggu jawabanya / balasanya….!!!!

  12. aq pny beberapa tmn, mereka semua pelaku pesugihan…yg semuanya mengisahkan pengalaman mereka tentang pesugihan, diantaranya ada seorang mantan kuwu ( lurah ) didaerah kuningan jabar, segala macam ritual sdh dy jalani,tetapi dy selalu plng dg tangan hampa. pada puncaknya dy mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. diantara ritual yg pernah dy jalani antara lain,menikah dg buaya putih. jual musuh ( JM ) dimana c pelaku ini menumbalkan nyawa musuhnya kpd makhluk ghaib. pesugihan seks di sragen, dan msh bnyk lg yg pernah dy jalani. semuanya itu hanyalah tipu daya syetan agar qt mengikuti lankahnya hingga qt tersesat ke dalam jurang kebathilan…………………………………………….!

  13. very nice story…!

  14. lucu banget!. saya sampe ketawa terbahak bahak baca kalimat : “sate gagak! satu milyar satu tusuk!” ya gak bakalan laku. makhluk halus juga ngga goblok2 amat.. gkgkgk

  15. hehehe, masih untung nyali nya tinggi.. gimana kl di dunia lain trans7 dibuat cerita yang sama ya… mungkin mantap nih..

  16. ga jadi dapet uangnya yach….cerita yg menarik,terus berkarya mantap……

  17. Lo mnurut sy mahluk halus mmg ada tp tuk memberikan kita kekayaan itu smua bullshit,dan merekapun sebenatnya tdk bersalah tetai kita para manusia yg pandai mengarang cerita tuk mengarahkan kita sendiri kejalan yg salah
    so….siapa donk yg pantas dibilang setan atau iblis???
    mereka para mahluk halus atau kita sendiri??? ^_^
    Mau kaya??? Gampang kok,bulatkan tekad putar otak,ayo bekerja tanpa patah semangat…!!

  18. uangnya juga nga bakalah berkah. membawa penyakit dan kesialan. selesai satu masalah, timbul masalah lainnya.

  19. assalamu’alaikum wr wb..
    Mohon maaf saya mau ikut ngerumpi bahas soal uang goib, bukan sebagai ahli dan tidak ingin menjadi ahli tapi sekedar berbagi saja berdasarkan pengalaman seorang temen.
    Dari awal saya dah meragukan ritual uang goib, karena banyak cerita miring. Tapi satu saat temen saya ngajak saya untuk ikut dalam satu ritual uang. Saya hanya ingin tahu dan ikut, dan hanya sekali itu saja. Tapi yang sekali itu berkesan baik, terutama paranormalnya yang seorang ibu, tidak menyeramkan dan baik hati.
    Saya tidak lanjut ikut karena emang saya ga niat. Cuma saya heran setelah sekitar 2 bulan mengikuti ritual itu, temen saya sukses. Jujur aja saya juga kecipratan rejekinya. Dan dia sempet cerita prosesnya yang memang melelahkan. Tadinya saya ga percaya sama cerita temen saya itu, tapi setelah saya dalami dan konfirmasi ke beberapa orang emang temen saya itu berhasil dalam ritual uang goib.
    Jadinya saya bingung dan sedikit menyesal, kenapa saya ga ikut terus waktu itu. Kalau ikut minimal saya akan tahu gimana ritual itu di laksanakan.
    Itu pengalaman temen saya mengenai uang gaib, saya hanya ingin berbagi saja tidak bermaksud apa2.
    Terima kasih.

    • blh thu alamat n nama paranormalnya ndak.mumngkin bs berbagi pengalaman.tq

  20. uang gaib itu memeang ada. karena sudah ada beberapa orang artis yang membuktikannya. salah satunya penyanyi damgdut yang sering muncul di tv.

  21. Bacaan yang bagus,,, sekalian jadi pelajaran

× Live Support

We are currently offline. You can email us instead.