Golok Pusaka Langlangbuana (Oleh: Ayi Ruswanto)

 photo misteribagus468x60_zps25601c70.png"

Warga Jawa Barat, masyarakat Pasundan khususnya, selama ini mungkin banyak mendengar cerita tentang adanya harimau gaib yang diyakini sebagai wujud penjelmaan dari Prabu Siliwangi. Harimau gaib ini digambarkan sebagai hewan berbulu loreng, atau ada juga yang mengatakan berbulu putih dan disebut sebagai Lodaya.

Disamping harimau loreng dan Lodaya, yang diyakini sebagai jelmaan Prabu Siliwangi dan para pengikut setianya, sesungguhnya masih ada jenis harimau gaib lainnya, yakni harimau yang berbulu hitam pekat. Nah, jenis harimau hitam inilah yang mungkin masih kurang diketahui seperti apa asal-usulnya.

Meski terkesan musykil, namun bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya yang tinggal di daerah pinggiran, masih meyakini kalau kesemua jenis harimau gaib tersebut hingga kini masih ada dan kerap menampakkan wujudnya di tempat-tempat tertentu. Fenomena itu utamanya kerap terjadi di sekitar Leuweung Sancang, Garut Selatan. Menurut cerita, di Leuweung Sancang inilah Prabu Siliwangi bersama para pengikut setianya memutuskan jalan gaib dengan cara ngahyang atau moksa.

Lantas, bagaimana asal-usul harimau hitam dari Pajajaran itu?

Menurut informasi yang Misteri terima, sosok harimau hitam yang kini dijadikan lambang kesatuan kepolisian daerah di Jawa Barat ini tidak lain mulanya berasal dari salah seorang tokoh pengabdi setia di Pajajaran.

Saat Prabu Siliwangi berkuasa, sang tokoh mendapat kepercayaan jabatan sebagai pejabat tinggi keamanan, atau setara dengan Panglima Polri pada saat sekarang. Dialah petinggi polisi pertama yang sempat diangkat dilingkungan Kerajaan Pajajaran. Tokoh dimaksud tak lain adalah yang namanya populer dengan sebutan Eyang Langlangbuana. Dia pertama kali ditunjuk sebagai pengabdi polisi di lingkungan kerajaan pada  1515, dan bersamanya sempat pula ditunjuk dua orang ajudannya, yaitu yang bernama Eyang Jagariksa dan Eyang Jagapirusa.

Disebutkan, ketiga tokoh inilah yang bertanggungjawab terhadap keamanan di lingkungan dalam kerajaan. Mereka juga memiliki pos pusat di Pakuan, juga sejumlah pos-pos jaga di kawasan Sukadana, Cibitu dan Cianjur.

Eyang Langlangbuana, atau yang dikenal pula sebagai Eyang Jagaraksa atau Jagasatru, menurut sejarah, sebenarnya bukanlah orang Pajajaran asli. Dia adalah pengembara yang berasal dari Kerajaan Bugis, Makasar. Kemudian dia menikah dengan wanita di Pajajaran.

Sebelum singgah di Pajajaran, Eyang Langlangbuana sempat pula mengembara ke belahan bumi lain. Seperti ke Tanah Arab yang lamanya 77 tahun, dan terakhir ke Tanah Jawa, atau dalam hal ini adalah Pajajaran.

Seperti diceritakan, Prabu Siliwangi dan segenap pengikut setianya akhirnya sepakat memilih jalan gaib untuk mati secara moksa. Sementara. saat mendapati tekanan berat dari pihak musuh, Eyang Langlangbuana memilih jalan akhirnya sendiri, yaitu meninggal secara wajar.

Menurut sebuah sumber, makam Eyang Langlangbuana berada di kawasan Cibule, di kaki Gunung Pangrango, Cianjur.

Sudah barang tentu, Eyang Langlangbuana termasuk leluhur yang memiliki jasa besar bagi Pajajaran. Makamnya kini sangat dikeramatkan. “Namun, untuk dapat mencapainya, boleh dikata tidaklah gampang. Sebab, disamping lokasinya yang berada di kedalaman hutan yang rimbun, juga untuk tiba di sana kita pun harus siap berjalan jongkok dan merayap, dikarenakan makam itu terkurung oleh pohon-pohon yang besar,” tegas sumber Misteri yang enggan disebutkan namanya.

Sementara, berkaitan dengan cerita keleluhuran Eyang Langlangbuana yang nama besarnya kini diabadikan sebagai simbol kesatuan kepolisian Jawa Barat, terungkap sebuah informasi kalau ternyata senjata pusakanya adalah sebilah golok yang panjangnya sekitar satu meter. Pusaka ini sekarang berada di tangan seorang kolektor di Bandung.

Karena bahannya yang bukan sembarangan, pusaka Eyang Langlangbuana tersebut diyakini menyimpan tuah tertentu. Menurut sang pemilik, banyak kalangan yang berhasrat untuk dapat memilikinya.

“Golok ini berkhodam seekor harimau gaib berbulu hitam, jelmaan dari Eyang Langlangbuana. Golok ini merupakan perangkat beladiri yang sangat ringan untuk dimainkan. Sehingga, banyaknya pihak yang berminat,” kata sang pemilik yang juga enggan disebut identitasnya.

Menurut pengakuannya, golok yang bergagang berupa ukiran kepala harimau hitam itu adalah benar-benar asli. Benda tersebut merupakan warisan dari para leluhurnya yang sempat mendalami dan menyusuri sejarah Pajajaran.

?

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

9 Responses

  1. i like it Golok Pusaka Langlangbuana (Oleh: Ayi Ruswanto) —Majalah Investigasi Supranaturl majalah-misteri.net now im your rss reader

  2. abang saya punya kembaranya

  3. Saya terlahir dengan sebuah nama yg Unik dan Antik… “Bambang Langlang Buana”. ( Bambang adalah Nama Bpk Kandung, semua anak Laki2 didepan’nya memakai nama Bambang ) jd nama sy adalah “LANGLANG BUANA” , senang rasanya bisa lbh jauh mengetahui sejarah sebutan nama Langlang Buana.. trims.

  4. Apakah yg dimaksud eyang jaga raksa penguasa alam gaib bogor?

  5. Itu mungkin cuma mitos atau legenda masyarakat..bukan sejarah yang jelas tertulis..siapa yang tahu kebenarannya? Hanya Tuhan yang tahu..

  6. Lumayan dapat ilmu baru ….

  7. ass. saudara/i islam tdk mengajarkan utk musrik bahkan islam sangat melarang, firmanya “LATUSRIK BILLAH” zaman sekarang ini bnyk orang yg terjerumus ke dalam kesesatan, semuah itu karena tekanan hidup yg menuntut utk ekonomi yg lbh maju, sampai terjerat pd hutang ratusan juta pd rentenir. di pesantren kami bahkan ustad kami insa allah siap menolong muslimin yg sependapat dgn kami, wejangannya : PESUGIHAN ISLAMI dlm relatif singkat insa allah apa yg kita inginkan dari kekayaan akan kita dapat, mobil, usaha lancar, warung laris, rumah, bahkan insa allah kita dapat mendidik anak ke jenjang pendidikan yg istimewa. bagi yg butuh pertolongan silahkan silaturahmi ke USTAD ADITYA M.RAFIUDDIN HASAN alamat Kp.Karangkobong Rt.07/07, Desa Tirem, Kec Ciruas, Kab Serang Banten (hp. 081911154925)

  8. pesugihan islami, menarik itu, pesugihan bukan muja jin atau setan, tapi dengan megaenergi kekuatan doa, berserah diri yang total kepada Allah Azaza Wajalla…

  9. Like ,,’untuk kotaku kota garut Z ,,’krna kita tidak akan tau siapa leluhur kita ..,’dengan ada nya sejarah ini ,,sangat lah membantu .,,’karna kita adalah keturunan seorang yg brjiwa sosial dn brwibawa ..,,’

× Live Support

We are currently offline. You can email us instead.