|
Ditulis Oleh Dhany
|
|
Friday, 26 June 2009 |
Pedalaman Kalimantan sangat angker diantara pulau-pulau lain di Indonesia. Keangkerannya sudah menjadi rahasia umum khususnya di kalangan pekerja proyek jalur lintas Kalimantan Selatan maupun para transmigran. Wingit dan keangkeran belantara Kalimantan Selatan tidak dapat bisa dijumpai hutan manapun di Pulau Jawa. Masyarakat di daerah Sungai Nyamuk, Desa Lampahan, Kabupaten Kota Baru, Propinsi Kalimantan Selatan sudah tidak aneh berpapasan maupun dihampiri jin berwujud aneh baik pada malam hari maupun di siang bolong. Diantara lebatnya pohon-pohon tua berpostur raksasa, diyakini menjadi pusat Kerajaan Jin. |
|
Silakan Login Untuk Baca Selanjutnya...
|
|
Ditulis Oleh Ono S. Haiasan
|
|
Thursday, 11 June 2009 |
Lahan kosong milik PT.PERURI yang berlokasi sekitar 300 meter dari
komplek kostrad 305 teluk jambe, tepatnya di kampung Suka manah
RT.15/09 desa Teluk jambe kec. Teluk jambe timur, Karawang, jabar itu,
sudah lama dibiarkan mangkrak dan terkenal angker. Karena warga
setempat tak ada yang berani mendekat atau memasuki kawasan tersebut.
Satu-satunya orang yang sering memasukinya hanyalah kang Hendra(48)
warga sekitar yang memiliki kebun di sebelah lahan wingit tersebut.
Dengan tidak adanya yang berani mendekat apa lagi memasukinya, praktis
hampir setiap hari kawasan tersebut diselimuti suasana sepi dan senyap.
Hingga kesan angkerpun terasa semakin kuat. Padahal jika dipikir,
seharusnya tidak demikian. Karena tak jauh dari lahan tersebut ada
jalan makadam yang kadang dipergunakan warga sekitar untuk memotong
jalan masuk kampung tersebut. |
|
baca selanjutnya...
|
|
Ditulis Oleh Veren Fortun
|
|
Friday, 01 May 2009 |
|
Cerita
ini merupakan pengalaman pribadi penulis saat pertama belajar ilmu
terawangan. Supaya lebih hidup penulis dipanggil “ Aku “.
Berawal
dari coba-coba, aku naik turun gunung mencari guru spritual yang
handal. Bahkan majalah kesayangan ini pun tak luput dari dahaga akan
ilmu ghaib. Aku terus mencari keberbagai tempat, mulai dari memasuki
hutan angker di punden-punden keramat, sungai, dan lain-lain hanya
untuk sekedar mengasah kemampuan diri yang kumiliki. Aku ditemani oleh
pak Asor, sebagai guru spritual. Tak jarang pepatah bilang “ Ilmu
ginawuh kelawan lelaku “ betul-betul dirasakan.
Sebagai
Odi, seorang pemuda belia yang masih ngangsu kaweruh akan ilmu yang
dimiliki, aku tak pernah putus asa untuk terus menguji kemampuan.
Sehingga suatu hari pak Asor menyuruh Odi untuk pergi ke hutan, untuk
mencari tempat agar Odi bisa benar-benar merasakan kemampuan yang
dimiliki.
|
|
Silakan Login Untuk Baca Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Itong R.Hariyadi
|
|
Friday, 06 March 2009 |
|
Kete Kesu ibarat satu titik dari sekian banyak situs
obyek wisata di Tana Toraja (Tator). Hanya saja, hamparan hijau yang biasanya
berupa hamparan padi, di musim kemarau berubah menjadi hamparan rumput. Kete
Kesu berada dalam wilayah Lingkungan Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong,
Kecamatan Sanggalangi. Dari pusat kota
wisata Rantepao, jaraknya sekitar 4 kilometer. Untuk mencapai daerah itu sangat
mudah. Dari jalan poros antara Makale (ibu kota Tana Toraja), dan Rantaepao,
pengunjung berbelok ke jalan kecil sejauh 3 kilometer yang bisa dilewati dua
kendaraan. Hanya di beberapa ruas jalan selain menyempit, terlihat aspal jalan
mengelupas dan berlubang-lubang.
|
|
Silakan Login Untuk Baca Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Sanyoto
|
|
Friday, 16 January 2009 |
Peristiwa
aneh berupa ulah mahluk gaib yang mengganggu manusia sudah sering terjadi.
Selain mengganggu dengan menyakiti secara fisik, atau pun sekedar enebar
terror, ternyata gangguan secara seksual juga bisa saja terjadi. Makhluk gaib
yang sering jahil mengganggu wanita dengan ulah mesumannya adalah Genderuwo.
Kebo Kemali adalah bangsa
makhluk halus yang ternyata juga senang mengganggu wanita. Perkara gaib ini
setidaknya pernah terjadi di Desa Waru, Kabupaten Rembang beberapa beberapa
waktu yang lalu. Oang yang mengalami kejadian itu adalah seorang pria bernama
Sabar isterinya, Lastri.
|
|
Silakan Login Untuk Baca Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Sudibyo
|
|
Wednesday, 07 January 2009 |
|
Sejak lulus
STM Islam Blitar, Jawa Timur, KSM, 40 tahun, warga Desa Maron, Kecamatan
Srengat, Blitar, pergi merantau ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Di kota minyak
ini, karena tak mempunyai pengalaman sedikit pun, daripada menganggur, KSM rela
bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan Soto Madura yang terletak di
bilangan Antasari.
Tak lama
bekerja di rumah makan pinggir jalan itu, pria yang hingga kini belum menikah ini
melamar di perusahaan catering milik Prancir. Nasib baik rupanya berpihak pada
KSM. Dia diterima bekerja di sana. Kali pertama bekerja, KSM ditempatkan di sebuah
pertambangan batu bara di Kota Baru, Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
|
|
Silakan Login Untuk Baca Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis Oleh misteri
|
|
Saturday, 29 December 2007 |
  " /> Aku dilahirkan dan dibesarkan di kota
S, Propinsi Jawa Tengah, 29 tahun yang lalu. Ayahku seorang PNS dan memiliki
usaha kecil-kecilan di kota itu, sedangkan ibuku seorang guru. Aku sendiri
adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara.
Terutama ayahku, beliau selalu
menginginkan agar aku dekat dengan agama, karena memang ayahku seorang yang
sholeh dan taat beragama. Masih kuingat, suatu sore ketika aku masih duduk di
bangku kelas dua SMA, kami bermobil keliling kota. Ketika itulah ayahku
berpesan agar aku jangan sampai meninggalkan surat Al Mulk sebagai bacaan wajib
harian. Menurut keterangan ayah, dengan membaca Surat ini setiap harinya, maka Insya
Allah kita akan terhindar dari siksa kubur dan dimasukan ke dalam sorgaNya.
|
|
Silakan Login Untuk Baca Selanjutnya...
|
|
|